( pcs)
jmlBarangKode BarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Hubungi Kami:
081574279184 sms 085717007000 085717007000 D85CF9FC beautywandani0811@gmail.com
PENGOBATAN JERAWAT
Friday, March 3rd 2017.

Pengobatan Yang Dilakukan Dokter Ahli Kulit Dan Ahli Kosmetik (Cosmetologist)

Ada perbedaan mendasar dari pengobatan yang diberikan dokter ahli kulit dan ahli kosmetik. Ahli kosmetik (cosmetologist) hanya bisa memformulasikan produk yang dikatagorikan sebagai produk kosmetik sementara dokter kulit bisa meresapkan formulasi obat yang akan dibuat oleh apoteker di apotik.

Produk kosmetik yang diformulasikan ahli kosmetik dapat dijual bebas tanpa menggunakan resep dokter dan tanpa pemantauan ulang dari ahli kosmetik pada saat pemakaian. Produk kosmetik ini dibuat dengan kapasitas produksi yang tinggi di pabrik kosmetik sehingga konsentrasi zat kimia dalam konsentrasi rendah untuk menghindari adanya efek samping pada pemakaian produk kosmetik tersebut maupun iritasi kulit. Ahli kosmetik tidak dapat meresepkan obat jerawat dengan antibiotik, terutama pemakaian tablet minum ataupun krim dengan antibiotik sebagai produk kosmetik. Bila Anda menemui krim dipasaran dengan campuran antibiotik dalam formulasinya, krim itu dikategorikan sebagai obat dan bukan sebagai kosmetik. Dengan adanya pergeseran arti dan penggunaan antara kosmetik dan obat saat ini, ada beberapa bahan kimia yang biasanya ditemukan pada formulasi obat dapat ditemukan saat ini pada formulasi produk kosmetik. Perbedaan yang kita lihat pada kedua jenis produk ini ditentukan oleh besarnya konsentrasi bahan kimia tersebut dalam formulasi produk yang dibuat.

Seorang dokter kulit biasanya meresapkan formulasi yang akan dibuat oleh ahli apoteker di apotik, tetapi pada saat ini ada beberapa obat jerawat yang telah diproduksi di pabrik dengan tujuan untuk menghasilkan estetika produk yang lebih baik dan tahan lama daripada racikan yang dibuat oleh apoteker di apotik. Tetapi dalam praktik sehari-hari sering kali kita temui dokter kulit yang membuat sendiri krim ataupun racikan formulasi yang diresepkan.

 

Zat-zat kimia yang umum dalam produk kosmetik atau obat jerawat

Produk kosmetik atau obat untuk menanggulangi jerawat tentunya berbeda dengan produk untuk kulit yang sehat. Berikut ini beberapa zat kimia yang kalian kali kita temui dalam produk kosmetik ataupun obat untuk jerawat.

 

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida banyak digunakan sebagai anti-bakteri yang memiliki efek keratolitik (melarutkan zat keratin di dalam kulit). Substansi ini biasanya digunakan sebagai campuran pada sabun anti-jerawat. Karena fungsi ganda yang dimilikinya, zat ini pun digunakan pada campuran krim atau losion anti-jerawat. Konsentrasi yang digunakan biasanya dimulai dari konsentrasi yang kecil, minsalnya 2,5%, dan bila tidak terlihat adanya iritasi, konsentrasinya bisa ditingkatkan lagi hingga maksimum 10%.

 

Asam salisilat dan sulfur

Penggunaan bahan kimia dapat kita ditemui pada produk kosmetik ataupun obat yang diresepkan oleh dokter ahli kulit. Perbedaan mendasar antara kosmetik dan obat dibedakan berdasarkan konsentrasi dalam produk yang dibuat. Dalam produk kosmetik, konsentrasi asam salisilat berkisar 0,008% hingga 3%, tetapi konsentrasi ini bervariasi pad setiap negara yang memiliki standar aturan yang berbeda. Penggunaan dengan konsentrasi yang lebih tinggi hanya boleh diresepkan dan dengan pemantauan ulang oleh dokter kulit. Fungsi utama asam salisilat dan sulfur adalah keratolitik, selain juga memiliki efek sebagai anti-bakteri walaupun sebenarnya efek ini tidak terlalu memandai dalam pengobatan jerawat dan menyebabkan iritasi dan kekeringan pada kulit wajah.

Asam retinoat

Secra rantai kimia, asam retinoat berhubungan dengan vitamin A. Efek utama yang dihasilkan oleh zat kimia ini adalah mengatur produksi sel keratin dalam folikel rambut, sehingga mencegah penyumbatan pada jalan keluar folikel. Asam retinoat ini dapat ditemui dalam berbagai macam sediaan, antara lain krim, losion, maupun gel dengan konsentrasi berkisar 0,025% dan 0,05%. Pada penggunaan pertama kali, kulit cenderung menunjukkan adanya iritasi dan kemerahan. Terkadang pada beberapa hari pertama peradangan pada jerawat semakin berat tetapi hal ini akan berkurang dan akan menunjukkan perbaikkan setelah penggunaan beberapa minggu. Suatu hal yang perlu mendapat perhatian khusus, penggunaan produk yang mengandung asam retinoat digunakan pada malam hari dan pada siang disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 dangan formulasi rendah minyak. Asam retinoat juga berfungsi sebagai anti-penuaan dan mempercerah bagian gelap pada kulit.

Asam alfa hidroksi (AHA)

Tujuan utama penggunaan zat kimia ini adalah kosmetik atau obat adalah untuk pengelupasan bagian epidermis sel kulit mati. Prinsip dasar dari cara kerja zat kimia ini adalah memperlemah ikatan antara sel kulit dari bawah yang baru berkembang dengan sel kulit mati atasnya. Situasi ini akan mencegah terjadinya penyumbatan pada permukaan atas kulit, karena penyumbatan ini tidak dapat terjadi pada kondisi pengelupasan atau pada saat bagian atas kulit terpisah atau terlepas dari bagian bawah kulit. Penggunaan pisah atau terlepas dari bagian bawah kulit. Penggunaan AHA dalam praktik sehari-hari dibagi menhadi dua cara kerja :

  • AHA digunakan dalam konsentrasi yang kecil dalam produk obat atau kosmetik sebesar maksimum 10% dari total formulasi sebagai exfoliant-artinya mempercepat proses pengelupasan sel kulit mati.
  • AHA digunakan dalam konsentrasi yang tinggi pada produk obat dalam penanganan dokter spesialis kulit, dengan konsentrasi antara 10%-70% dari total formulasi sebagai sbemical peeling, artinya zat pengelupasan total pada permukaan atas kulit dengan harapan merangsang pertumbuhan sel kulit dari bagian dalam yang lebih aktif. Konsentrasi pemakaian AHA dalam obat ditentukan atas lamanya waktu kontak dengan kulit dan frekuensi penggunaan.

Antibiotik

Selain diminum, antibiotik dapat pula digunakan dalam campuran krim. Pemakaian antibiotik harus dalam pengawasan dokter spesialis kulit karena banyak sekali ditemukan kasus elergi setelah penggunaannya. Pertanyaan mengenai riwayat alergi terhadap salah satu antibiotik sangatlah penting untuk meghindari permasalahan alergi. Antibiotik yang lazim digunakan dalam krim adalah tetrasiklin, klindamisin, dan eritromisin.

Adapalen

Sistem kerja zat ini hampir sama dengan asam retinoat sehingga efek sampingnya juga pada dasarnya nyaris serupa. Penggunaan dalam krim biasanya dengan kosnentrasi sebesar 0,1% dan digunakan pada malam hari setelah mencuci wajah.

Asam azelaik

Fungsi utama zat ini adalah sebagai zat anti-bakteri dan peradangan. Sebagai fungsi tambahan, zat ini membantu pengaturan regenerasi sel dan menghambat terjadinya penyumbatan dalam folikel, juga digunakan sebagai campuran dalam krim pemutih kulit. Zat ini sangat sering diguanakan pada kasus peradangan jerawat maupun pencegahan penyumbatan pada komedo.

 

Isotretinoin

Zat kimia ini mempunyai rumus kimia yang mirip dengan vitamin A yang sering kita kenal sebagai akutan. Isotretinoin digunakan sebagai obat minum dengan tujuan untuk.

  • Memperkecil ukuran kelenjar sebum.
  • Mengurangi aktivitas kelenjar sebum.
  • Mengurangi populasi bakteri dalam folikel.
  • Sebagai anti-peradangan yang akan mempengaruhi peradangan dalam folikel.
  • Mengatur regenerasi sel keratin ke stadium normal.

 

Pada akhirnya seluruh zat aktif dan bentuk terapi yang digunakan dalam penanggulangan jerawat perlu mendapat perhatian yang khusus. Frekuensi keberhasilan dari terapi umunya menunjukkan angka keberhasilan yang cukup tinggi dan tentunya bila satu macam pengobatan tidak sesuai dengan jerawat dan tipe kulit yang diterapi, sebaiknya Anda mencoba alternatif penggunaan terapi kombinasi dari apa yang telah dijelaskan di atas. Inilah pentingnya tenaga profesional mengerti tipe kulit dan jerawat yang sedang ditangani.

Diharapkan segala sesuatu yang telah dijelaskan dalam bab ini bisa membantu kita semua untuk memahami mekanisme dasar dan penanganan yang tepat terhadap jerawat. Pengetahuan yang cukup akan menanganan jerawat dan prinsip dasar struktur kulit tentunya akan memberikan hasil perawatan yang optimal, menciptakan bayangan proses kerja dan hasil kerja yang diharapkan, dan dapat mengembalikan rasa percaya diri yang selama ini mungkin hilang akibat jerawat.

Selain itu, kita juga bisa lihat waspada dan memperhatikan bahan-bahan yang terdapat dalam produk kosmetik ataupun obat. Kita pun harus memahami bahwa semua ini harus diaplikasikan berdasarkan pengawasan para profesional ahli kulit. Penggunaan zat kimia dalam obat maupun kosmetik di Indonesia telah diatur oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan

Produk terbaru

Testimoni

  • septii-depok

    Produknya baguss berkualitas,muka ku seperti kulit bayi, sy pake paket antiaging 1 pokonya recomended deh karna yg baik butuh proses tdk instant. Thx bw

  • Silmi-

    Tidak nyesel belanja disini.. Produknya bagus banget dan sangat berkualitas :)

  • Sundari-

    Pelayanan cepat, ramah dan selalu menjawab pertanyaan dengan baik. Barang yang saya beli sudah sampai dengan selamat :)

  • Ratna-

    Produknya sangat berkualitas, produknya asli semua, dan untuk mengecek produk yg ada POM nya juga ada, Thx Beauty Wandani. :)

  • Susanti-

    Pelayananya sangat memuaskan, Recomended banget !!

Semua Testimoni

Rekening Bank

663 0500 051 a/n TRI WAHYUNI
156-00-1236068-3 a/n CV. SUGIH WANDANI
BTN Syariah : 712 3053 473 a/n WAWAN KUSWANTO

Pengiriman